Sanksi Denda Berlipat Buat Persib

– Panitia Pelaksana Pertandingan Persib Bandung kembali kena sanksi denda karena ulahpendukungnya. Pelanggaran yang berulang membuat Maung Bandung mendapatkan denda berlipat.
Hal itu berdasarkan keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang bersidang di Kantor PSSI, Gran Rubina Jakarta, Rabu 21 Juni 2017 lalu. Sidang terakhir sebelum libur hari raya itu dipimpin Ketua Komdis Asep Edwin, bersama Wakil Ketua Umar Husin, dan para anggota yakni Yusuf Bachtiar, Dwi Irianto dan Eko Hendro Prasetyo.
Kali ini, denda diberikan karena aksi pelemparan botol air mineral ke arah pemain yang dilakukan pendukung Persib pada pertandingan lanjutan kompetisi Gojek Traveloka Liga 1 melawan Persiba Balikpapan 11 Juni lalu di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) berbuah sanksi denda. Bila biasanya untuk kasus pelemparan botol yang dilakukan suporter, tim terkena denda sebesar Rp 10 juta, tidak halnya Persib.
“Pelanggaran yang dilakukan oleh pendukung Persib sudah berulang, hingga mereka pun dijatuhi sanksi berlipat yakni berupa denda sebesar Rp 45 juta. Suporter Persib terbukti telah melakukan pelemparan botol air mineral ke arah pemain saat melawan Persiba Balikpapan,” kata Asep dalam rilis yang dikirimkan kepada “PR”, kemarin.
Ini merupakan sanksi yang ke lima bagi Persib selama kompetisi Liga 1 berlangsung. Sebelumnya, panpel Persib terkena denda sebesar Rp 10 juta dan Rp 20 juta karena flare yang dinyalakan suporter Persib. Denda ketiga dikenakan kepada Persib sebesar Rp 30 juta ketika laga kontra Persipura di Stadion Gelora Bandung Lauran Api, 7 Mei lalu.
Sama dengan dua sanksi sebelumnya, sanksi ketiga diberikan kepada panpel Persib juga karena tidak bisa mencegah adanya flare, petasan, dan pelemparan botol yang dilakukan oleh penonton.
Serta sanksi keempat diterima Panpel Persib pada pekan lalu, 13 Juni 2017, karena aksi yang tidak terpuji dilakukan oleh suporter Persib Bandung pada saat pertandingan melawan Bhayangkara FC. Yang dilakukan hingga menyebabkan Persib di denda Rp 45 juta adalah sejumlah oknum suporter dengan masuk ke dalam lapangan, menghampiri dan berteriak-teriak kepada pemain Persib akibat kecewa atas hasil pertandingan, lalu menyalakan sejumlah flare di Tribun Stadion Patriot, serta mendatangi tribun suporter lawan hingga menyebabkan keributan.
Aksi suporter yang sama, pelemparan botol, bukan hanya dialami oleh Persib. Tiga klub Liga 1 pun mendapatkan sanksi denda serupa, meskipun nilainya lebih kecil dibandingkan Persib.
Panpel pertandingan Bali United dikenakan sanksi berupa denda Rp 10 juta karena supporter Bali United terbukti melakukan pelemparan botol pada pertandingan Bali United melawan Bhayangkara FC. Begitu juga dengan Panpel pertandingan Arema FC. Tapi bedanya, Arema FC dikenai double sanksi.
Sanksi denda pertama yakni sebesar Rp 10 juta karena aksi pelemparan suporter Arema FC kearah pemain di lapangan pada pertandingan Arema FC melawan Perseru Serui. Sementara sanksi denda kedua yakni sebesar Rp 15 juta karena suporter Arema FC terbukti melakukan pelemparan botol ke lapangan pada pertandingan Arema FC melawan Bali United. Ini dinilai Komdis sebagai pelanggaran berulang hingga mereka pun terkena sanksi lebih besar.
Terakhir yang mendapatkan sanksi serupa adalah Panpel pertandingan Barito Putra. Mereka dikenakan sanksi denda Rp 10 juta karena penonton terbukti melakukan pelemparan botol air mineral kearah bench Persib Bandung dan seorang penonton masuk ke area sentel ban untuk foto saat merayakan gol pada pertandingan Barito Putra melawan Persib Bandung pada pertandingan pekan lalu di Stadion 17 Mei, Banjarmasin.***

chinasiemens.com 99 dewa Sumber: Pikiran Rakyat